Total Pageviews

Thursday, 15 December 2016

THE KAB'BAH AND IDOLS

     In the pre Moslems time, the word Allah was idols name. In the time of Islam the word Allah was changed in the meaning of worship, as God Almigthy one. (Mohamad Nahyuni Nafis, passing over 98, page 85). Idols is not from heaven but made by  man's hands. So before Islam, God was not from heaven but from man's hands. Question is, many it or had man the authorithy to change the meaning from idol to God the Mighty one?
   
     In the pra Islam time, people go naked around the Ka'bah with hand clapping (Footnote HSB 843). In the Islam time people go around the Ka'bah with the Ihramthat that is an untailord stuff without trousers wrapped around the body

     So that now the haji ceremony, around the Ka'bah is in fact an continuation tradition from unbelievers
In the creedlessness time

In pra Islam time Al-Uza is the son of Allah. Al-latta is
the mother of Al-Uza and Al-Lata is the queen of Allah

Allah is the highest god that waters the earth

Al-Lata is the goddes for summer the wife of Allah

Al-Uza is the goddes for winter, the daughter of Allah

Al-Manah is the goddes for fortune, the wife of the Al-Hubal

Al-Hubal is the god fir blessing, the husband of Al-Manah

     Five of this god and goddess are the five of the 360 god and goddess in the pra Islam time

     In the Islam time, then term Allah change into Lord the AlmightyOne and Muhammad enlarge it in 99 names and who knows this entered the heaven. (HSB 1256)

      So it is now clear, that the change of meaning for the term Allah from a god's name into the name of God the Almighty One was a man's engineering. We could imagine how confused it will be if the Hindus also change the meaning of the term Brahma, God of creation into the name God the Almigthy One

      Blessed Him, Jehovah Elohim in the shape of the Spirit, that incarnated in the man Yeshua Hamashiah (Jesus Christ) that well pleased Him self to man through His Prophet.

      I am Jehovah (The Lord) that is my name (isa 42:8)

      I am the Jehovah this is my name forever and this is my memorial unto generation (Ex 3:15)

Wednesday, 14 December 2016

KERAGU-RAGUAN ATAS PASKAH

     Bila kelahiran Yesus sendiri sudah merupakan peristiwa yang kontroversial, terlebih paskah yaitu "kebangkitan Yesus" yang merupakan klimak penutup perayaan "Kematian - Penguburan", lebih lagi menuai badai yang lebih besar lagi.
     Liberalisme dalam kekristenan yang menolak supranaturalisme tentu tidak dapat menerima kebangkitan Yesus yang dirayakan sebagai paskah dan mengkatogorikannya sebagai mitologi yang harus dikeluarkan dari berita Alkitab
     Tomas salah seorang murid Yesus, meragukan kebangkitan Yesus. Terlebih banyak orang yang telah terpengaruh budaya Yunani pada saat itu. Pengaruh " Silogisme Aristoteles" yang sangat terkenal berbunyi:
          Semua manusia akan mati
          Socrates adalah manusia
          Maka Socrates akan mati
     Berlandaskan silogisme demikian orang-orang tentu tidak bisa menerima kalau ada manusia yang tidak jadi mati dan "anak manusia" Yesus bisa mati dan bangkit.
     Ketika Para Rasul mendengar dari para wanita bahwa Yesus telah bangkit, mereka tidak percaya bahkan mengatakannya sebagai omong kosong.
     Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu (Injil lukas 24:11)
     Ucapan Tomas yang terkenal adalah:
     Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya (Yohanes 20:25)
     Namun Tomas yang tidak percaya itu kemudian melihat sendiri kehadiran Yesus yang telah bangkit sehingga ia berseru:
           Ya Tuhanku dan Allahku (Yohanes 20:28)
     Setelah zaman rasul siapakah diantara manusia yang bisa melihat secara langsung bukti kebangkitan-nya yang kita rayakan sebagai 'Paskah Kristen' itu? Masalah inilah yang kemudian membangkitkan keraguan.
    
KERAGU-RAGUAN LIBERALISME

     Keragu-raguan akan kebangkitan Paskah bukan saja menghinggapi Para Rasul, tetapi orang Yahudi sangat jelas meragukannya.
     Karena mereka tidak dapat membuktikan bahwa Yesus telah mati, menebarkan kebohongan dan menyuap para penjaga kubur supaya para penjaga itu mengatakan dusta bahwa murid Yesus mencuri mayat Yesus (Matius 28:13)
     Di kalangan theolog yang terpengaruh liberalisme / modernisme, dimana kita melihat penolakan kebangkitan Yesus sebagai sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam, jadi tidak mungkin terjadi kebangkitan orang mati.
     Semangat orang banyak pada saat itu tidak mengakui hal-hal yang bersifat mujizat dan supranatural, sehingga kebangkitan Yesus juga termasuk dalam kategori hanya dongeng yang tidak berdasar.
     Penolakkan kebangkitan Paskah sudah muncul pada abad ke-18 dalam tulisan H.R. Reimarusdan G.E. Lessing, kemudian disusul pada abad ke-19 dalam tulisan F.C. Baur, A Ritchi dan Adolf Harnack.
Dalam karyanya "Das LebenJesus" (hidup Yesus), D.F Straus dan J.E Renan dalam karyanya dengan judul yang sama, kebangkitan dan ketuhanan Yesus dipersoalkan keabsahannya. Ini memuncak pada abad ke-20, ketika Albert Schweitzer menerbitkan desertasinya berjudul "The Quest of the Historical Jesus".
     Pada pertengahan abad ke-20 ditandai dengan penyelidikan sejarah kehidupan Yesus dalam karya-karya besar seperti Rudolf Bultman yang terkenal dengan istilah " demitologisasi"nya. Muridnya Ernst Kasemann, ikut meramaikan studi karya tulis G. Bornkamm, J. Jeremias dan E. Schillebeeckx.

JESUS SEMINAR

     Setelah menjelang berakhirnya abad ke20 diisi degan "Jesus Seminar" atau mempertanyakan "Yesus Sejarah".
     Tokoh-tokohnya adalah antara lain Robert W. Funk dan John Dominic Crossan yang drngan dukungan dana Westar Institute di Amerika Serikat menyelenggarakan seminar-seminsr dengan kesimpulan yang mendiskreditkan ketuhanan Yesus dan kebangkitan Paskah.
     Crossan dalam bukunya: " Jesus: A Tevolutionary" Biography mrnyebutkan: "Yesus mati disalib dan mayatnya dimakan anjing".
     Pandangan-pandangan keraguan atas kebangkitan Yesus ramai dikumandangkan dalam seminat-seminar dan kemudian disusul dengan Theolog-theolog lainnya seperti Marcus J. Bong,  S.G.F Brandon,  G. Vermes,  B.F Meyer,  A.E Harvey,  E.P Sanders juga B. Mach,  J.S Spong dan A.N Wilson.

SUMBER-SUMBER LAIN

     Secara populer merendahkan ketuhanan Yesus dan penolakan kebangkitan Yesus bisa dibaca dalam buku-buku populer yang terbit pada kurun waktu yang sama dengan Jesus Seminar yaitu sejak tahun 1970
     Dalam Filem " Jesus Christ Superstar" karya Tim Rice dan Andrew Lord Weber, Yesus digambarkan bukan bangkit dengan sorak kemenangan, melainkan Yesus frustasi di kayu salib dan mati dalam keputusasaan dan kegagalan.
     Nikos Kazantzakis dalam karyanya "The Last Temptation of Christ" menggambarkan drama salib itu sebagai pergumulan Yesus yang berusaha melepaskan diri dari godaan terakhir kepuasaan seksualnya sambil berseru:
     Aku seorang penipu, aku orang munafik
     aku takut akan segala sesuatu ... Lusifer
     ada dalam diriku
     Barbara Thiering dalam bukunya "Jesus The Man" menyebut Yesus tidak mati namun minum racun yang tidak mematikan ketika di kayu salib, kemudian pingsan dan ditolong untuk melarikan diri oleh Simon Magus dan kabur lewat gua-gua Qumran.
     Lain lagi dengan Michael Baigant dalam bukunya "The Holy Blood, Holy Grail" juga menyebut Yesus tidak mati disalib tetapi hanya pingsan dan disembunyikan di taman Getsemane oleh Yusuf dari Arimatea.
     Di kalangan agama lain lahir pendapat bahwa sebenarnya Yesus tidak mati di Palestina melainkan mengembara ke Kashmir dan meninggal di situ. Demikian juga di kalangan Islam berkembang pendapat bahwa yang sebenarnya di salib bukan Yesus tetapi Yudas yang diubah mukanya.oleh Tuhan serupa dengan Yesu. Yang mati di salib adalah Yudas dan bukan Yesus.
     Macam-macam teori yang ingin menunjukkan bahwa Yesus mati dan kuburan atau keturunannya bisa ditemukan di Masada, Iskandariah dan Marseiles di Perancis Selatan.
     Pendeknya keragu-raguan akan kebangkitan Paskah selalu hadir dalam dunia theologia namun faktanya menurut Hans Kung dalam bukunya "The Incarnation of God" dikatakan bahwa
     Debat Kristologi yang timbul sejak terbitnya zaman modern belum juga terpecahkan".

Tuesday, 13 December 2016

MITOLOGI NATAL DALAM SEJARAH GEREJA

     Setelah kita mengamati peristiwa-peristiwa disekitar Natal pertama di Bethlehem, bagaimanakah perkembangannya sehingga kita merayakannya pada tanggal 25 Desember dengan segala hiasan pohon terang dan santa claus dengan kereta salju terbang yang ditarik rusa-rusa kutub itu?
     Harus diakui bahwa umat Kristen pada abad pertama tidak merayakan Natal seperti layaknya umat Kristen sekarang. Umat Kristen mula-mula hanya merayakan hari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus yang dikenal sebgai hari paskah dan tidak merayakan hari kelahiran-Nya
   
25 DESEMBER

     Sebenarnya semula di gereja Timur (orthodox) dirayakan hari Epifani (manifestasi) untuk merayakan hari pembaptisan Yesus di sungai Yordan. Perayaan Epifani juga masih dirayakan sampai sekarang dengan memberkati air baptisan di gereja Timur dan sungai Yordan juga diberkati pada hari Epifani.
     Perayaan epifania ini sudah dilakukan sejak abad ke-3. Di gereja barat (katolik), hari epifani itu dirayakan juga untuk mengingat kunjungan orang majus untuk menyembah bayi Yesus. Di gereja barat sudah dilakukan sejak abad ke-4 perayaan epifania dilakukan untuk mengenang peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar manifestasi kelahiran Yesus di Bethlehem.
     Dalam hubungan dengan perayaan pembaptisan Yesus itu, pada pada malam tanggal 5 Januari sekaligus dirayakan peringatan kelahiran Yesua. Data tertulis yang mencatat perayaan kelahiran Yesus itu sudah ada sejak abad ke-4
     Pada tahun 274, di Roma dimulai perayaan hari kelahiran Matahari pada tanggal 25 Desember sebagai  penutup festival saturnalia (17-24 Desember) karena di akhir musim salju tanggal itu. Matahari mulai kembali menampakkan sinarnya dengan kuat
     Menghadapi perayaan kafir yang sangat kuat ini, umat Kristen umumnya meninggalkannya dan tidak lagi mengikuti upacara tersebut, namun dengan adanya proselitasi (pengkristenan) orang Roma secara masal, terutama sejak kaisar konstantin menjadi Kristen, banyak orang Roma yang tetap merayakan hari Matahari itu sekalipun sekarang mengikut agama Kristen.
     Kenyataan ini mendorong para pemimpin gereja saat itu untuk berusaha mengalihkan penyembahan dewa Matahari itu dan menggantikannya menjadi perayaan Matahari Kebenaran dan kemudian menggantinya menjadi perayaan Natal.
     Sejak tahun 336, secara resmi perayaan Natal dilakukan pada tanggal 25 Desember sebagai pengganti tanggal 5-6 Januari. Ketentuan ini diremikan oleh kaisar Konstantin yang saat itu dijadikan lambang raja Kristen.
     Perayaan Natal kemudian dirayakan di Anthiokia pada tahun 375, pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel dan di tahun 430 dirayakan di Alexandria Mesir dan kemudian menyebar ke rempat-tempat lain.
     Dari data sejarah tersebut kita dapat mengetahui bahwa Natal bukanlah perayaan dewa Matahari, namun untuk mengalihkan orang Roma dari dewa matahari kearah Tuhan Yesus Kristus, maka perayaan Natal tanggal 5-8 Januari digeser ke sini, dengan maksud agar umat Kristen tidak lagi mengikuti tradisi kafir dengan merayakan hari Matahari. 
     Sekalipun masih ada umat Kristen yang mendua hati dengan masih merayakan hari Matahari. Umat Kristen yang bertobat tidak lagi mengerti hari itu sebagai hari Matahari melainkan sebagai peringatan Kelahiran Tuhan Yesus Kristus.
     Istilah "Christmas" berasal dari kata latin "Cristes maesse" yang berarti misa Kristus. Memang harus diakui ada pengaruh budaya kafir Romawi atas ibadah Natal yaitu upacara persembahan kurban darah binatang pada kuil-kuil kafir Romawi, yang sejak pemerintahan kaisar Konstantin dijadikan gedung gereja "Basilika" itu diganti dengan upacara misa Kristus yaitu pengulangan penebusan tubuh dan darah Yesus.
     Dalam hal ini umat Protestan telah melakukan demitologisasi Natal dengan tidak melakukan "misa" lagi, karena umat Kristen mengakui penebusan Kristus telah lunas dan tidak perlu di ulang-ulang lagi. Itulah sebabnya bila dilambang salib Katolik patung Yesus masih tergantung, dalam lambang salib Kristen Protestan patung itu sudah ditanggalkan.

POHON  TERANG

    Pada abad ke-13, Franciscus dari Assisi memperkenalkan "creche" yaitu replika kandang dengan ternak, dimana disitu juga ada patung Yusuf dan Maria dengan bayinya di atas palungan dan dihadiri para gembala dan orabg majus. Replika ini menjadi hiasan perayaan Natal yang utama sebelum pohon Natal diperkenalkan.
     Perayaan Natal selain di isi dengan makan minum dan tarian viasanya juga di isi dengan lagu-lagu yang dikenal sebagai Christmas Carol sejak abad ke-13. Lagu-lagu Natal dinyanyikan oleh sekelompok penyanyi yang mendatangi rumah ke rumah.
     Bagaimana sampai terjadi bahwa pohon terang dijadikan hiasan perayaan Natal?
     Sekalipun ada yang menuduh bahwa kekristenan menyembah dewa pohon, tidak ada data sejarah yang menunjang hal itu, selain bahwa pohon dan tanne baum merupakan simbol kekekalan.
     Di negara-negara tertentu memiliki 4 musim dimana umumnya pohon-pohon mengalami perubahan sesuai dengan iklim yang terjadi yaitu musim salju (pohon gundul), musim semi (pohon mulai bersemi/bertunas), musim kemarau (pohon berbunga) dan musim gugur (pohon daunnya berguguran), maka kita dapat melihat bahwa pohon Den merupakan pohon yang tetap hijau  sepanjang ke-4 musim itu. Ini menunjukkan simbol kekekalan di tengah ketidakkekalan pohon-pohon lain, kemudian dijadikan lambang bahwa Kebenaran Tuhan Yesus ajaran yang kekal di tengah dunia yang berubah-ubah dan tidak kekal.
     Lilin-lilin pohon Natal yang kemudian diganti lampu listrik yang berkelap-kelip adalah pengganti gambaran sinar lampu yang terlihat dibalik pohon-pohon Den. Di musim salju, ditengah rumput bersalju, pohon-pohon Den berdirih megah dengan kehijauan daunnya, dan melalui celah-celah dahan dan daunnya kita biasa melihat pemandangan yang menakjubkan yaitu kelap-kelipnya sinar lampu dari rumah-rumah.
     Karena pohon Den adalah lambang kekekalan, maka rasanya modernisasi pohon Natal dengan mengganti pohon Den dengan pohon pisang atau sobekan botol aqua tentunya kurang bermakna.
     Hiasan Natal berkembang kemudian pada abad ke-18, ketika umat Kristen di Barat merasa tidak cukup lagi dengan pohon berlampu dan mulai menambahkan berbagai-bagai hiasan, lama kelamaan hiasan itu begitu banyak sehingga lambang pohon dan sinarnya menjadi terkubur oleh kemegahan hiasannya.
     Suasana Nataluntuk mengenang keserderhanaan bayi Yesus telah tertutup dengan pesta pora Natal dengan segala hiasan dan pestanya yang mewah.

SANTA  CLAUS

     Bagaimana dengan figur Santa Claus yang sekarang dihubungkan dengan perayaan Natal?
     Sebenarnya semula figur Santa Claus ini tidak ada dalam perayaan Natal namun pada abad ke-11, Santo Nicholas, menurut sejarah adalah seorang uskup yang baik hati dan suka membagi-bagikan hadiah pada anak-anak pada malam tanggal 5 Desember sebelum tanggal 6 dirayakan.
     Sejarah Santo Nicholas itu kemudian diambil di Belanda sebagai Sinter Klass dan Swante Pirt yang dirayakan tanggal 5 Desember dan di Amerika berubah menjadi figur Santa Claus yang pada malam Natal menaiki kereta salju penuh hadiah dan ditarik oleh 8 ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia.
     Figur Santa Claus yang berkembang di Amerika Serikat merupakan perpaduan antara sejarah Santo Nicholas yang dicampur adukkan dengan Odin dewa yang disembah orang Norwegia.
     Santa Claus digambarkan sebagai orang tua yang murah senyum dan berjanggut putih berpakaian baju merah dengan kerpus merah dikepalanya.
     Santa Claus adalah tokoh mitos yang sebenarnya harus didemitologisasikan dari perayaan Natal yang sederhana dan suci.
     Bukan saja karena mitologi dewa sesembahan Norwegia yang dikandungnya, namun gambaran Santa Claus selalu diiringi dalam filem-filem dengan segala trik-trik sihir. Sesuatu yang sangat bertentangan dengan hikmat Natal yang sebenarnya membebaskan umat manusia dari cengkraman dosa termasuk dari cengkraman tradisi mitologi kafir.
     Kebiasaan menukar hadiah dan pemberian hadiah kepada anak-anak adalah tradisi yang berkembang sekitar figur Santa Claus ini. Sebaiknya tradisi menukar dan menunggu hadiah diubah menjadi tradisi membagi hadiah sebagai ungkapan kasih Kristiani karena Allah telah memberi hadiah bayi Yesus.

MALAIKAT BERSAYAP?

     Salah satu gambaran mitologi yang berkembang di abad pertengahan adalah figur malaikat yang diikuti dalam perayaan Natal, baik sebagai patung hiasan yang biasanya diletakkan di puncak pohon terang maupun sebagai figur malaikat pelindung manusia.
     Dalam Alkitab tidak ada kesan bahwa malaikat itu bersayap, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Malaikat adalah mahluk rohani sehingga tidak terikat gaya berat dan bisa berpindah kesana-kemari kemana ia ingin pergi, jadi tidak membutuhkan sayap untuk terbang sebagai layaknya burung (bandingkan dengan kenaikkan Yesus ke surga sebagai mahluk dengan tubuh rohani)
     Dalam Perjanjian Lama memang ada mahluk serafim dan kerub yang disebut memiliki sayab. Kerub adalah mahluk yang digambarkan bersayap agar bisa terbang sebagai kendaraan (bandingkan dengan Spinx di Mesir). Kerub ini rupanya sejenis binatang pra-sejarah yang bersayap.
     Lukisan mengenai malaikat bersayap sebenarnya hasil dari lukisan seniman abad pertengahan yang memberinya sayap Yang besar.
     Dongeng abad pertengahan juga ini muncul dalam cerita sekitar Natal dimana "malaikat pelindung" biasa digambarkan sebagai wanita cantik yang baik hati, bersayap dan memegang tongkat sihir dengan bintang dipuncaknya, yang dengannya bisa dihasilkan mujizat sihir.
     Dongeng-dongeng sekitar kereta terbang Santa Claus dan tongkat sihir seharusnya didemitologisasikan dari perayaan Natal di gereja-gereja.

    

    
    

MUJIZAT SEKITAR NATAL

     Banyak hal-hal luar biasa terjadi disekitar kelahiran Yesus di Bethlehem, ada yang mengatakan hal itu sebagai mujizat, namun ada pula yang mengatakan hal itu sebagai dongeng yang ditambah-tambahkan oleh orang Kristen seperti kontroversi soal kelahiran dari anak dara, mimpi-mimpi sebagai pertanda, bintang Bethlehem dan kehadiran malaikat Allah.
     Apakah kejadian-kejadian luar biasa di sekitar Natal itu merupakan mujizat Allah ataukah dongeng manusia yang dimasukkan ke dalam Alkitab?

KELAHIRAN ANAK DARA

     Dalam Alkitab disebutkan bahwa Maria mengandung karena Roh Kudus dan bukan karena hubungan seksual kedua orang tuanya
     Bagaimana dengan para skeptis yang menyebutkan bahwa hal ini tidak mungkin dan bahkan beberapa theolog liberal menyebutkan Maria berselingkuh sebelum menikah dan menghasilkan anak Haram.
     Rasanya kritik liberal ini terlalu berlebihan, sebab kita tahu  bahwa adat istiadat Yahudi sangat ketat sehingga seorang perempuan khususnya bila ketahuan berbuat zinah akan dilempari dengan batu (bsndingkan Injil Yohanes 8:3-5) apa lagi kalau sampai hamil di luar nikah, namun dalam Alkitab tidak disebut bahwa Maria dihakimi.
     Kehamilan Maria terjadi karena rencana Allah untuk menjadikannya "perempuan pilihan" untuk mengandung bayi 'penjelmaan Allah' ini dinyatakan malaikat Allah kepadanya
     Maria sendiri meragukan mujizat itu. Itulah sebabnya ketika malaikat Allah mengatakan berita itu kepadanya, ia menjawab:
     Kata Maria kepada malaikat itu "bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (Baca Injil Lukas 1:34)
     Bila kita melihat data dalam Alkitab disebutkan disitu bahwa:
     Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum hidup sebagai suami istri (Baca Injil Matius 1:18)
     Dalam Perjanjian Lama, nabi Yesaya Menubuatkan Maria akan melahirkan dalam keadaan dara. Dalam Lembaga Alkitab Indonesia disebut:
     Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel (Kitab Yesaya 7:14)
     Dalam bahasa asli Ibraninya istilah "almah" berarti anak gadis atau perawan, yang dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) diterjemahkan "perempuan muda". Istilah ini memiliki dua arti yaitu bisa " anak gadis"  (yang mungkin sudah melakukan hubungan seksual) atau "perawan" (yang belum melakukan hubungan seksual). Namun dalam konteks adat Yahudi kita dapat melihat bahwa "perempuan muda" itu di identikan dengan "keperawanan"
     Yusuf sendiri, calon suami Maria terkejut mendengar kehamilan itu. Itulah sebabnya ia ingin menceraikan Maria secara diam-diam. (Injil Matius 1:19)
     Tetapi akhirnya Yusuf menerima kehamilan Maria setelah malaikat menceritakan kepadanya bahwa kehamilan Maria itu terjadi karena Roh Kudus (Injil Matius 1:20-21)
     Malaikat juga mengatakan bahwa hal itu sebagai pengenapan nubuatan nabi Yesaya (Kitab Yesaya 7:14)
     Sebagai orang beriman, Yusuf sadar betul akan apa yang harus dialaminya, itulah sebabnya ia tidak menceraikan Maria dan kemudian menjadi suami Maria dan melahirkan beberapa anak (Injil Matius 1:24-25)
     Bila Yusuf tidak mengalami mujizat dalam pertemuannya dengan malaikat dalam mimpi, tentulah ia akan menceraikan Maria.
     Pendapat umum mengatakan bahwa kehamilan hanya dimungkinkan melalui hubungan seksual antara suami istri, namun sekarang kita tahu bahwa diluar hubungan seksualpun kehamilan bisa terjadi
     Bayi tabung dan inseminasi buatan menunjukkan kemungkinan itu, bahkan cloning telah menunjukkan kemungkinan yang lebih ajaib lagi. Maka bila Tuhan bisa Menjadikan Adam dari debu tanah, tentu dalam penjelmaan-Nya, ia dapat hadir dalam rahim seorang "anak dara" dengan pertolongan Roh Kudus
     Mengapa Allah perlu hadir sebagai manusia (Imanuel) dan mengapa diperlukan kelahiran dari anak dara? Di sini kita menemukan rahasia surgawi yang menunjukkan bahwa penebusan daso hanya dimungkinkan kalau Allah menjelmah menjadi manusia dan untuk keturunan yang tidak berdosa. Kelahiran itu terjadi bukan karena pertemuan sperma dan ovum manusia, tetapi "Anak Allah" ada dalam rahim Maria.
    Di kalangan Roma Katolik ada kepercayaan bahwa Maria tetap perawan selamanya, sekalipun Maria menjadi istri Yusuf, dimana Yusuf dan Maria tidak melakukan hubungan seksual. Ini adalah teori yang sukar diterima akal sehat, sebab kelahiran akan menyobek keperawanan bila kelahiran itu terjadi dalam keadaan perawan
     Dalam Alkitab banyak data menunjukkan bahwa Yesus memiliki saudara dan yang terkenal adalah Yakobus. Untuk membuktikan hal ini Roma Katolik menafsirkan "saudara" Yesus sebagai "saudara" sepupu (Injil Matius 12:46; 13:55)
      Konsep yang memberi nilai tinggi pada keperawanan dan selibat adalah tradisi "asketik" yang berkembang dalam sejarah tradisi Roma Katolik.

BINTANG BETHLEHEM

     Mujizat alam yang terjadi pada hari Natal pertama adalah bintang Bethlehem
     Mengapa ada mujizat astronomi yang begitu besar dan apakah ini berarti Tuhan menyetujui astrologi dengan menghubungkannya dengan orang majus dari Timur? (Injil Matius 2:1-3)
     Apakah ini mujizat ataukah peristiwa alam yang digunakan Tuhan untuk menandai kelahiran Anak Allah?
     Dalam Alkitab kita mengetahui bahwa alam diciptakan oleh Allah. Allahlah yang menggerakkan alam dengan segenap isinya dan karena itu berkali-kali Allah menjadikan peristiwa alam dalam hubungan dengan rencana pekerjaan-Nya
     Peristiwa air bah pada zaman Nuh (Kitab Kejadian 7) merupakan contoh jelas bagaimana Tuhan menjadikan alam sebagai alatnya, demikian juga ketika umat Israel keluar dari tanah Mesir berbagai peristiwa alam menyertainya seperti waktu Musa melawan para ahli sihir Mesir, tiang api dan awan yang menuntun bani Israel keluar dari Mesir bahkan terbelahnya sungai Kolsom yang memungkinkan umat Israel keluar menyeberang ke Sinai menunjukkan dengan jelas hal yang sama. Demikian juga Yoshua menghentikan matahari di Gebeon (Kitab Yosua 10:12)
     Nubuatan tentang "hari Tuhan" pada akhir zaman juga mencakup tanda-tanda langit sepert yang dinubuatkan oleh nabi Yoel (Kitab Yoel 2:28-32). Demikian juga Tuhan Yesus dalam Firman-Nya menyebut hal yang sama yaitu terjadinya gempa bumi (Injil Matius 24:7) dan matahari menjadi gelap dan bintang-bintang berjatuhan (Injil Matius 24:29-30)
Dalam Kitab Wahyu kita dapat melihat bahwa tanda-tanda alam akan menyertai hukuman di akhir zaman.
     Berdasarkan kenyataan otoritas Allah atas alam itu kita dapat menerima adanya bintang Bethlehem yang terangnya luar biasa.
     Secara astronomi ada beberapa kemungkinan gejala alam yang menunjang peristiwa Natal yang digunakan oleh Tuhan sebagai tanda kelahiran Anak-Nya
     Para astronom telah menghitung bahwa sekitar 7 - 8 BC (sebelum Kristus) sebelum tahun nol, memang ada meteor (bintang berekor) yang melintas di kawasan itu. Ada juga kemungkinan bahwa saat itu ada supernova yaitu bintang yang setelah mencapai masa kejenuhannya kemudian meledak dengan mengeluarkan sinar yang luar biasa terang sebelum akhirnya mati dan tidak bersinar lagi.
     Kemungkinan lainnya adalah terjadinya konyungsi planet-planet yaitu planet-planet mengalami situasi yaitu tepat berada pada satu garis lurus menghasilkan cahaya dengan arah yang sama sehingga terlihat luar biasa terang dari bumi. Yang jelas Tuhan dapat menggunakan peristiwa ini sebagai tanda kemahakuasaan-Nya dan sebagai tanda kelahiran Anak-Nya di bumi.
     Lalu bagaimana dengan kehadiran orang majus, apakah ini berarti bahwa Alkitab menyetujui ilmu perbintangan (astologi)?
     Majus dalam bahasa Ibraninya adalah "magos" yang berarti orang berpengetahuan atau orang yang menguasai magi. Dan karena ada hubungannya dengan perbintangan tentu yang dimaksudkan bahwa mereka bukan penyihir melainkan mereka mempraktekkan ilmu perbintangan dalam situasi yang secara ilmiah belum berkembang
     Berbeda dengan astrologi dimana manusia mengganggap bahwa nasib manusia dipengaruhi alam dan khususnya rasi-rasi bintang di langit, maka Alkitab dengan tegas menyebutkan bahwa alam adalah ciptaan Allah dan menjadi alat untuk menyatakan kehendak-Nya.
     Astrologi beranggapan bahwa semua gejala alam mempengaruhi hidup manusia maka dapat diartikan dan diramalkan dan dipercayai bahwa nasib manusia sudah ditentukan oleh pergerakkan benda-benda langit.
     Berbeda dengan itu Alkitab menyebutkan bahwa langit dan bumi adalah ciptaan Allah dan semua pergerakkannya adalah dibawah kuasa dan kehendak Allah, namun secara insidentil (sewaktu-waktu) Tuhan dapat menggunakannya sebagai tanda khusus dalam rencana-Nya
     Karena itu berbeda dengan astrologi dimana dipercaya adanya hubungan langsung dan terus menerus antara manusia dan bintang-bintang di langit. Alkitab menyebutnya lain dan tidak mempercayai adanya hukum sebab-akibat astrologi. Astrologi melakukan generalisasi berdasarkan kenyataan adanya hubungan sewaktu-waktu antara benda-benda di langit dengan manusia, kemudian menjadikannya sebagai suatu hukum tetap bahwa semua kejadian di bumi dipengaruhi benda-benda langit.
     Orang majus mempercayai astrologi, karena itu ketika mereka melihat ada sesuatu yang istimewa pada benda langit tertentu, maka pengalamannya menyimpulkan adanya kelahiran manusia istimewa di bumi ini. Ini tidak berarti bahwa Alkitab menyetujui astrologi, melaikan Alkitab menunjukkan kemahakuasaan Allah yang berkuasa atas benda-benda langit untuk menyatakan kehendak-Nya dan orang majus mengerti sebagian rencana Allah ity.

MISTERI KELAHIRAN YESUS

FAKTA DAN  MITOS DI SEKITAR NATAL

    Sekalipun ada orang yang meragukan bahwa Yesus benar-benar pernah hidup seperti tuduhan Bruno Bauer, seorang theolog liberal.
    Theolog liberal tidak mempercayai kelahiran dari Yesus yang disertai mujizat dimana malaikat berperan di malam kelahiran Yesus.
     Mereka para theology liberal menyebut kepercayaan itu sebagai "mitologi" (dongeng) yang harus di demitologisasikan" dari berita (kerygna) Alkitab yang benar.
     Keraguan para theology liberal itu tentu ditolak oleh golongan Kristen konservatif yang masih mempertahankan (conserve) keyakinan lurus (orthodox) sejarah gereja lama.
     Namun jika mempercayai bahwa kelahiran Yesus sebagai "Immanuel" (Allah yang menyertai kita) dengan segala mujizat disekitarnya, apakah memang perayaan Natal itu benar-benar bebas dari mitologi atau dongeng?
     Banyak umat Kristen sendiri merayakan perayaan Natal yang tidak sesuai dengan makna dan pesan historisnya.
     Saksi Jehovah tidak merayakan perayaan Natal karena menurut mereka perayaan Natal dianggap sebagai upacara kafir yang lahir dari budaya Romawi yang diciptakan Paus.
     Dalam sepanjang sejarah perayaan Natal telah tercampur dari tradisi, dongeng dan tahyul. Natal yang pertama di Bethlehem sudah mengundang kontroversi besar sejak lahirnya rasionalisme dan liberalisme diabad ke-XVII dan sudah banyak buku yang membahas kontroversi tersebut.
     Dapatkah orang Kristen mengemukan kan fatakta perayaan Natal lebih jelas seauai dwngan Alkitab dan mengurangi mitos?

FAKTA DAN MITOS DISEKITAR PASKAH

     Alkitab menyebut bawah Yesus yang lahir itu telah  disalib, mati dan dikuburkan dan pada hari ketiga bangkit dari orang mati
     Sejak kelahiran liberalisme dan Pencerahan (aufklarung) dianggap mitos pada era Rudolf Bultman, disebutkan bahwa mitos-mitos itu perlu di demitologisasikan untuk memperoleh berita Yesus (kerygma) yang benar.
     Sama halnya perayaan Natal yang dicurigai mengandung banyak mitos atau dongeng, perayaan Paskah juga tidak lagi mempermuliakan Allah dalam kesuciannya dan sudah diwarnai mitos-mitos yang berkembang dalam sejarah gereja. Misa adalah tradisi Romawi mengenai kurban penyembaham pada dewa Romawi demikian juga telur Paskah tidak disebutkan dalam Alkitab.
     Dapakah sebagai orang kristen mengemukakan fakta perayaan Paskah lebih jelas dan mengurangi mitos disekitarnya?

NATAL YANG PERTAMA

     Apakah memang ada hari Natal atau hari kelahiran sang Mesias di bumi atau yang disebut Natal yang pertama? Kelihatannya masalah ini tidak perlu diperdebatkan lagi karena kenyataan sejarah telah menunjukkan hal itu secara jelas, namun mengenai kapan terjadi Natal dan peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar Natal (Bethlehem) cukup menarik untuk disimak.
Natal Sebagai Penggenap Nubuatan
     Kelahiran Yesus adalah peristiwa yang tidak lepas dari nubuatan yang sudah lama disebutkan dalam Alkitab Perjanjian Lama
     Kitab pertama dalam Perjanjian Lama dapat melihat bayangan berita yang menunjuk pada Natal Yesus.
     Allah berfirman: "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya" (Kitab Kejadian 3:16)
     Dalam kitab Ulangan Tuhan menubuatkan akan datangnya seorang nabi seperti Musa (Kitab Ulangan 18:15).
     Nubuatan akan kedatangan nabi seperti Musa ini dalam Perjanjian Baru diakui oleh Para Rasul telah digenapi dalam diri Yesus Kristus.
     Rasul Petrus berkata: "Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu" (Kisah Para Rasul 3:21-22)
     Stefanus dalam khotbah pembelaannya juga mengemukakan hal yang sama yaitu:
      "Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu" (Kisah Para Rasul 7:37)
      Nubuatan tentang Mesias yang adalah Imanuel disampaikan oleh Nabi Yesaya
     "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda. Sesungguhnya seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel'" (Kitab Yesaya 7:14)
     Nubuatan Yesaya ini digenapi dalam Natal pertama yang diteguhkan oleh tulisan Matius:
     "Hal itu difirmankan supaya genaplah yang telah difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" (Injil Matius 1:22-23)
     Kelahiran (Natal) Yesus juga dinubuatkan lebih lanjut oleh nabi Yesaya sebagai seorang putera yang akan disebut srbagai Allah yang perkasa, Bapa yang kekal dan Raja damai yang kelak akan duduk di atas tahta Daud (Kitab Yesaya 9:5-6)
     Selanjutnya nabi Yesaya juga Menubuatkan Natal Yesus sebagai tunas yang keluar dari tunggul isa (Kitab Yesaya 11:1-5).
     Lebih lanjut nabi Mikha Menubuatkan dengan tepat lokasi dimana Natal itu akan terjadi yaitu di kota Bethlehem di Efrata (Kitab Mikha 5:1)
     Penggenapan nubuatan ini disebutkan telah dipenuhi dalam Natal Yesus oleh Matius dalam iInjil nya (Injil Matius 2:4-6)
     Dengan adanya petunjuk beberapa nubuatan para nabi dalam Perjanjian Lama yang digenapi dalam Perjanjian Baru maka tidak perlu diragukan lagi bahwa Natal (kelahiran) Yesus memang terjadi dalam sejarah.
     Namun pertanyaannya adalah pada tanggal dan bukan berapakah Natal (kelahiran) itu terjadi?

Natal Di Bethlehem
   
     Bila mengenai lokasi dan sifat sejarahnya tidak perlu lagi dipertanyakan, yang sekarang menjadi pertanyaan adalah kapan Natal pertama itu terjadi dan bilamanakah Natal mulai dirayakan dalam kehidupan orang kristen?
     Natal (kelahiran) pertama tercatat secara jelas dalam Injil Matius 1:18-2:11 dan Injil Lukas 2:1-20)
     Peristiwa itu terjadi ketika kaisar Agustus mengeluarkan perintah sesnsus di mana setiap penduduk harus mendaftarkan diri di tempat kelahiran mereka (Injil Lukas 2:1-2)
     Dari sejarah kita mengetahui bahwa kaisar Agustus memerintah sekitar tahun 30 BC - 14 M.  Namun kapan ia mengadakan sensus?
     Dari data Alkitab kita mengetahui bahwapada waktu Yesus dilahirkan, Yudea diperintah oleh Raja Herodes Agung (37 -4 BC) yang kejam bahkan kita melihat kekejaman itu pada waktu ia membunuh bayi-bayi si Bethlehem (Injil Natius 2:16-18)
     Dari data ini dapat diketahui waktunya tidak lebih lambat dari tahun 4 BC dan karena Herodes meninggal tidak lama setelah kelahiran Yesus maka kemungkinan Yesus dilahirkan di antara tahun 6 BC - 4 BC) dan bukan pada tahun 0.
     Sekarang pada bulan apa Yesus dilahirkan? Benarkah seperti yang dikatakan tradisi Gereja yang nenyebutkan Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember?
     Kelihatannya tanggal dan bulan ini tidaklah tepat soalnya pada bulan Desember - Januari di Yudea, iklimnya cukup dingin dengan beberapa tempat bersalju sehingga tidak mungkin para gembala bisa beradadi padang Efrata dalam keadaan musim demikian (Injil Lukas 2:8)
     Demikian juga kaisar Agustus tentunya tidak akan mengeluarkan kebijakan sensus dan menyuruh penduduk Yudea melakukan perjalanan jauh dalam suasana musim dingin.
     Ada pendapat selain bulan Desember itu yaitu dikemukakan bahwa Yesus dilahirkan kemungkinan pada sekitar bulan Tishri (September - Oktiber) yaitu pada saat Hari Raya Pondok Daun dimana waktu itu iklimnya sangat menunjang
    Argumentasi bulan Tishri (September - Oktober) yang dikemukakan adalah dikarenakan masa waktu penugasan Zakharia masuk ke Bait Allah adalah sekitar bulan Siwan  (Mei - Juni) dan dengan mrmperhitungkan lama kandungan Elizabeth dan Maria maka diperkirakan kelahiran itu terjadi pada sekitar Hari Raya Pondak Daun (September - Oktober)
     Sekalipun kemungkinan pada bulan Desember adalah jauh mengingat musimnya dan ada yang memperkirakan sekitar bulan September - Oktober, dimana kita tidak mengetahui secara pasti pada bulan apa Yesus dilahirkan apa lagi mrngenai tanggalnya.
     Yang jelas Yesus lahir di dunia dan yang perlu diketahui oleh orang Kristen bukan perayaannya yang bergemerlapan tetapi makna kelahiran Juruselamatnya.

Monday, 12 December 2016

HEALTH IN THE AL-QURAN AND HADIST

1. The fly's wings contains medicine
     If a fly came into your drinks, let it sank in it, then throw the fly out, surely because one of the wings contains disease and the other medicine (HSB 1463)

2. Died by stomachache, is a martyrdom the Prophet S.A.W said:
     There are five kinds of martyrdom:
     a. Men died by stab wounded
     b. Men died by stomachache
     c. Men died by sliding down
     d. Men died by sinking
     e. Man died in the holly war
           (HSB 372)

3. A baby born screaming and crying because touched by satan
     Rasulullah said: every just born Son of Adam was to touched by satan, then he screamed.and cried expect Maryam and her son (HSB 1493)

4. The camel's urine could be drink as medicine. The Prophet let them, the sick people, looking for a female that suckle and ordered them again to drink the camel 6 urine and milk (HSB 154)

5. Women also bring out sperm
     Ummu Salamah: O Rasulullah, did a women also bring out sperm? Rasulullah answered: Yes    certainly Taribat Yaminuk, why you are so foolish!  If not, why is she alike here child. (HSB 92)

6. Allah instructed, that women bring out sperm
     Man's sperm is white and women's soerm is yellow. If it comes together if man's sperm is more superior than the women's sperm, then it shall be a bo. And iif the women's sperm is more superior than the man's sperm, then it shall be a girl with God willing  (HSB 262)

7. Will the child be like the father or the mother?
     If the man's sperm leads the woman's sperm, the child will be alike his father, if the women's sperm leads the man's sperm, the chikd will be alike the mother (HSB 1465)

8. The bad smell of a man's fasting mouth is more fragrant them a civet    
    I am fasting. With God in I which Muhammad was in His grasp , surely the bad smell of a fasting man is more fragrant at side of Allah then the smell of a civet  (HSB 935)

9. Men is create from a clot blood
     a. Man was created from dry clay (Qs 55:14)
     b. Man was created from frim day (Qs 37:11)
     c. Man was created from life germ (Qs 35:11)
     d. Man was created from a clot (Qs 40:67)
     e. Man was created from water pouring (Qs 86:6)
      f. Man was created from a small life germ
          (Qs 80:19)
      g. Man was created from a dot of water
           (Qs 36:77)
      h. Man was created from an extract  (Qs 32:8)

10. The nose's hole is the place where satan overnight
      The Prophet said: if any of you woke up from sleep and did the ritual washing, he must spout water three times from the nose surely because satan stayed in the nose's hole (HSB 1458)

11. Satan urined into a man that always sleep till the sunrise and never prayed at night. The Prophet said: satan had urined his ear (HSB 601)

12. To yawn is from satan
     The Prophet said: Allah love sneezeing and hated yawning. That is way when sneezed he praise Allah _ yawning is from satan if he said wah ! Then satan laughed (HSB 1911)

13. Nigthmare is from satan. The Prophet said: a good dream is from Allah and nigthmare is from satan (HSB 1457)

PREDIKAT BAGI YESUS

1. Aku adalah Alfa dan Omega
    Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Pertama dan Yang Terkemudian (Wahyu 22:23).
    Ani ha Alef we ha Taw, ha Rison we ha Akharon, ha Reshit we ha Takhlit.

2. Akulah Pintu
    Barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat. Ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyai hidup itu dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:9,10)

3. Akulah roti hidup
    Barangsispa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35)

4. Akulah terang dunia
    Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan mempunyai terang hidup (Yohanes 8:12).

5. Akulah jalan
    Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6)

6. Akulah kebangkitan dan hidup
    Barangsiapa yang percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati dan setiap orang yang hidup dan percaya keoada-Ku tidak akan mati selama-lamanya (Yohanes 11:25).

7. Akulah Guru dan Tuhan
    Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan tepat katamu, memang Akulah Guru dan Tuhan (Yohanes13:13). Belajarlah kepada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29)

8. Akulah pokok agung yang benar
    Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah dipotongnya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkannya, supaya lebih banyak berbuah (Yohanes 15:1)

9. Akulah Bintang Fajar
    Akulah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang Fajar yang gilang gemilang (Wahyu 22:16)

10. Akulah Amin, Saksi yang setia dan benar
    Inilah Firman Amin, Saksi yang setia dan yang benar, permulaan dari ciptaan Elohim (Wahyu 3:14)

11. Akulah Gembala yang Baik
    Aku mengenal domba-dimba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku (Yohanes 10:14)

12. Yesus adalah Gembala Yang Agung
    Gembala Yang Agung segala domba yaitu Yesus Tuhan kita (Ibrani 13:20)

13. Putra Domba
    Sebab Putra Domba yang di tengah-tengah tahta itu akan menggembalakan mereka ke mata air kehidupan dan Elohim akan menghapus segala air mata dari mata mereka (Wahyu 1:17)

14. Putra Manusia
    Pada waktu itu orang akan melihat Putra Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan (Markus 13:26)

15. Putra Domba Elohim
    Lihatlah Putra Domba Elohim yang menghapus dosa dunia. Dialah yang dimaksud ketika aku mengatakan kemudian daripadaku akan datang Dia yang mendahului aku sebab Dia telah ada sebelum aku (Yohanes 1:29)

16. Putra Domba Paskah
    Putra Domba Paskah kita telah disembelih yaitu Kristus (1 Korintus 5:7)

17. Putra Daud
    Hosana bagi Putra Daud diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Hosana ditempat yang maha tinggi (Matius 21:9)

18. Putra Abraham
    Inilah silsilah Yesus Kristus, Putra Daud, Putra Abraham (Matius 1:1)

19. Putra Elohim
    Inilah Putra-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan (Matius 3:17)

20. Putra Tunggal Bapa
    Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Putra Tunggal Bapa penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:14)

21. Putra Tunggal Elohim
    Tidak seorangpun yang pernah melihat Elohim tetapi Putra Tunggal Elohim yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya (Yohanes 1:18)

22. Mesias Putra Elohim Yang Hidup
    Engkau adalah Mesias Putra Elohim Yang Hidup. Berbahagialah kamu Simon bin Yunus sebab bukan kamu yang mengatakan ini kepadamu melainkan Bapa-Ku yang di surga (Matius 16:16)

23. Firman Elohim
    Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah Firman Elohim. Dan semua pasukan di surga mengikuti Dia (Wahyu 19:13-14)

24. Elohim
    Ketika Yesus mengatakan "Aku dan Bapa adalah satu". Orang Yahudi melempari-Nya dengan batu dengan tuduhan telah menghujat Elohim karena telah menyamakan diri-Nya dengan Elohim (Yohanes 10:31-33)

    Dalam hal ini Yesus menjawab:
    "Tidakkah tertulis dalam Kitab Tauratmu"
    "Aki telah berfirman kamu adalah Elohim
      (Mazmur 82:6)

25. Nabi
     Dan setelah dua hari ituYesus berangkatdari sana ke Galilea, sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak akan dihormati dinegerinya sendiri (Yohanes 4:44).
    Seorang Nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka seperti engkau ini (Ulangan 18:18)

26. Imam
    Dan Sekarang kita mempunyai Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit yaitu Yesus Kristus telah datang sebagai Imam (Ibrani 9:11)

27. Imam Besar menurut peraturan Melkisedek
    Yesus menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Elohim, menurut peraturan Melkisedek (Ibrani 5:10; Mazmur 110:4)

28. Raja
    Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan diatas segala tuan dan Raja di atas segala raja (Wahyu 17:14)

29. Raja Damai
    Seorang anak dilahirkan untuk kita, seorang putra diberikan untuk kita, lambang pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya disebut orang Penasehat Ajaib, Elohim Yang Perkasa, Raja Yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9:5)

30. Utusan
    Damai sejahtera bagi kamu! Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu (Yohanes 20:21)

31. Hamba
    Dan bagi kamulah pertama-tama Elohim membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberikan kamu dengan nemimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu (Kisah Para Rasul 3:36)

32. Pengantara
    Karena Elohim itu Esa dan Esa pula Dia yang menjadi Pengantara (1 Timotius 2:5)

33. Hakim
    Dialah yang ditentukan Elohim menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati (Kisah Para Rasul 10:42)

34. Juruselamat
    Bapa telah mengutus Putra-Nya menjadi juruselamat dunia (1 Yohanes 4:14)

35. Imam Besar menurut peraturan Melkisedek
    Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.
    Melkisedek = Raja yang adil (Mazmur 110:4; Ibrani 6:20)

36. Batu Penjuru
    Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, namun Ia telah menjadi Batu Penjuru (Kisah Para Rasul 4:11)

Dukunglah kami dalam pelayan supaya nama Tuhan Yesus dapat di kenal.oleh seluruh bangsa.